Model pembelajaran matematika dapat dilihat pada hubungan interaksi antara guru dan siswa. Jika guru lebih banyak berperan maka pembelajaran lebih pada metode ceramah atau ekspositari, sedang bila siswa lebih dominan maka lebih kearah pembelajaran inquiri. Model pembelajaran satu arah ini merupakan kasus ekstrim yang tentu tidak cocok untuk kebanyakan siswa. Maka diperlukan batasan seberapa jauh “dukungan guru” dan seberapa jauh “kebebasan siswa” dalam proses pembelajaran. Dalam kaitan ini muncul istilah scaffolding yang notabene merupakan istilah pada ilmu teknik sipil berupa bangunan kerangka sementara (biasanya terbuat dari bambu, kayu, atau batang besi) yang continue reading…









